3 Cara Mencegah dan Mengatasi Shadow Ban TikTok

Tak Berkategori

TEMPO.CO, JakartaShadow ban TikTok adalah ketika akun pengguna tanpa disadari telah diblokir atau diblokir sebagian pada aplikasi. Akibatnya, konten yang dibuat pengguna tidak akan muncul di For You Page (FYP) dan membuat penurunan yang signifikan dalam hal likes, views, dan comments.

Dilansir dari Later, shadow banning adalah proses otomatis yang dilakukan oleh algoritma TikTok untuk melindungi pengguna dari masalah hak cipta, spam, ancaman, dan konten yang tidak pantas. 

Pada dasarnya ini adalah cara TikTok untuk menempatkan akun pengguna pada batas waktu yang dapat berdampak negatif pada jangkauan, penemuan, dan menghambat pertumbuhan pengguna di platform.

Bagian yang sulit dari shadow ban adalah bahwa TikTok tidak akan memberi tahu pengguna bahwa pengguna telah terkena shadow ban. Dari beberapa kasus yang terjadi, shadow ban biasanya terjadi selama 2 minggu. 

Tidak ada cara rahasia tentang cara mengatasi shadow ban. Kemungkinan besar pengguna harus menunggu selama periode ini dan beristirahat sejenak dari memproduksi konten di TikTok. Berikut tiga langkah membantu dan mencegah shadow ban di TikTok.

1. Hapus Konten yang Ditandai

Ketika pengguna mendapatkan peringatan keras dari TikTok bahwa konten yang dibuat telah melanggar Pedoman Komunitas, sebaiknya pengguna langsung menghapus konten tersebut.

Setelah menghapus, pengguna dapat mencatat apa saja yang membuat TikTok mengirim peringatan atas konten yang dibuat. Hal ini untuk menghindari konten yang sama di masa depan.

Iklan

2. Ikuti Pedoman Komunitas TikTok

Ketika merasa telah terkena shadow ban karena penurunan likes, views, dan comments, pengguna dapat membaca kembali Pedoman Komunitas TikTok dan memeriksa konten-konten yang telah dibuat.

Pengguna dapat memperhatikan video, audio, keterangan, dan tagar dari konten yang telah dibuat. Apakah hal-hal tersebut telah mengikuti Pedoman Komunitas TikTok?

3. Hindari Perilaku Spam

Penurunan likes, views, dan comments dapat saja membuat pengguna berpikir bahwa harus mengunggah atau berkomentar lebih banyak dari biasanya untuk mendapatkan kembali hal tersebut.

Namun, perilaku seperti ini dapat dianggap sebagai perilaku spam. Pengguna dapat saja dianggap sebagai bot oleh sistem TikTok. Hal tersebut akan memperburuk keadaan.

Pilihan Editor: Mengenal Shadow Ban TikTok dan Penyebabnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *